Tips Aman Menyusui Bagi Ibu Pengidap COVID-19

menyusui saat covid
https://www.shutterstock.com/

Air susu ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi pada awal kehidupannya.

Setidaknya dalam 6 bulan pertama kelahiran, ASI diharapkan menjadi nutrisi utama untuk mendukung tumbuh kembang buah hati.

Namun, bagaimana jika sang ibu terserang virus corona? Apakah masih memungkinkan untuk menyusui saat COVID-19?

Belum meredanya kasus COVID-19 tentunya membuat khawatir semua pihak, tidak terkecuali bagi ibu yang baru melahirkan atau yang memiliki bayi.

Ada keresahan terkait penularan virus tersebut dari ibu ke anak apabila sang ibu terkena COVID-19 saat menyusui.

Untuk itu, anda dapat memilih asuransi PFI Mega Life untuk menjamin pelayanan kesehatan untuk Anda dan Keluarga Anda, segera kunjung website PFI.

Keresahan ini mengingat jumlah kasus COVID-19 yang terus bertambah dari waktu ke waktu.

Menjelang akhir November 2020, jumlah kasus penularan virus corona telah menembus 500.000 kasus.

Penularan virus ini tidak memandang usia, jenis kelamin, ataupun pekerjaan. Semua bisa terserang dan tertular virus ini, termasuk ibu yang sedang menyusui ataupun bayi.

Penularan lewat ASI

Menjadi sesuatu yang amat memusingkan jika seorang ibu yang sedang menyusui ternyata menderita COVID-19.

Ibu tentu tidak ingin anaknya tertular dan ingin berusaha menjaga jarak agar anak dan keluarga tetap aman dari penyebaran virus corona.

Di sisi lain, ia menyadari bahwa ASI merupakan sumber nutrisi terpenting yang dibutuhkan buah hatinya.

Menyusui saat menderita COVID-19 tetap bisa dilakukan sang ibu. Sampai saat ini belum ada laporan yang menyatakan adanya penularan virus corona dari ibu ke bayinya karena proses menyusui.

World Health Organization (WHO) sudah sempat menyatakan, virus corona tidak hidup di dalam ASI.

Seorang ibu yang positif terjangka COVID-19 tetap bisa menyusui anaknya. Dengan demikian, anak pun bisa memperoleh nutrisi terpenting yang dibutuhkan dalam tumbuh kembangnya.

Namun, ini bukan berarti bayi tidak bisa tertular virus corona dari ibunya. Kemungkinan tersebut tetap ada, bahkan bisa terjadi ketika ibu tengah menyusui.

Peluang penularan tersebut bersumber dari berpindahnya virus dari sang ibu ke bayi lewat tangan yang belum dicuci juga lewat percikan air liur sang ibu.

Menyusui dengan COVID-19

Alasan inilah yang membuat menyusui saat mengidap COVID-19 tidak bisa sembarangan dilakukan.

Perlu strategi yang tepat guna membuat proses menyusui menjadi aman. Walaupun ibu positif COVID-19, anak bisa tetap memperoleh nutrisi utama lewat ASI.

1. Selalu kenakan Masker

Masker mesti menjadi senjata utama Anda guna menyusui saat pandemi virus corona. Dengan mengenakan masker, potensi terperciknya air liur yang mengandung virus corona ke bayi bisa diminimalkan.

Jangan meremehkan tidak memakai masker karena merasa tidak akan batuk atau bersin di depan sang buah hati. Air liur bisa terpencar bahkan ketika Anda hanya berbicara.

Memilih masker yang tepat pun menjadi amat penting guna memaksimalkan strategi antipenularan saat menyusui.

Hindari menggunakan masker kain berjenis bahan scuba karena hanya mampu menghalangi penularan sebesar 5 persen.

Masker kain tiga lapis pun tidak terlalu disarankan jika Anda memang sudah positif COVID-19. Ini karena ketahan penularan dari jenis makser ini di bawah 70 persen.

Masker terbaik yang bisa Anda pakai selama menyusui saat menderita COVID-19 adalah makser medis ataupun masker N95.

Kedua jenis masker mampu menghalangi percikan air liur yang membawa virus sampai di atas 90 persen.

2. Awali dengan Cuci Tangan

https://www.shutterstock.com/

Tidak hanya lewat percikan air liur, sentuhan Anda kepada bayi pun bisa menjadi sumber penularan COVID-19.

Pasalnya ketika Anda positif terinfeksi virus corona, virus tersebut pun hidup di tangan.

Jika Anda menyentuh bayi dengan tangan tersebut, besar kemungkinan akan ada penularan COVID-19.

Ini khususnya jika sentuhan tersebut terkena di bagian mata, hidung, mulut, ataupun telinga buah hati.

Namun, tidak mungkin bukan menyusui langsung si bayi tanpa menyentuhnya? Penularan virus corona lewat sentuhan sebenarnya bisa dicegah.

Caranya pun sesimpel mencuci tangan setiap kali hendak menyentuh ataupun menyusui buah hati.

Cucilah tangan menggunakan sabun antibakteri minimal selama 40 detik dengan langkah-langkah yang dianjurkan WHO.

Anda sebaiknya memastikan seluruh bagian tangan dicuci secara menyeluruh. Pencucian tangan juga harus mencakup pergelangan tangan, sela jari, punggung tangan, sampai kuku.

3. Bersihkan Payudara dan Ganti Pakaian

Tidak hanya tangan, Anda sebaiknya mencuci bagian payudara terlebih dahulu sebelum mulai menyusui saat menderita COVID-19.

Ini guna menghindari tertularnya bayi lewat virus corona yang ternyata ada di bagian puting maupun areola payudara. Bersihkan payudara dengan cara mencucinya memakai sabun antibakteri.

Anda juga disarankan untuk mengganti baju setiap kali hendak menyusui. Ini khususnya dilakukan jika Anda baru keluar rumah atau baru bertemu orang lain.

Mengganti baju bertujuan memastikan kain yang mungkin terkena mulut ataupun hidung sang bayi dalam kondisi bersih dan tidak menjadi tempat bersemayamnya virus corona.

Pastikan pula tiap baju yang Anda pakai dari luar segera dicuci. Ini agar virus tidak keburu menyebar ke tempat lain dan berpotensi melakukan penularan ke banyak orang, termasuk ke buah hati yang masih belia.

4. Jaga Kebersihan Rumah

Untuk menghindari penularan COVID-19, Anda dianjurkan tidak hanya menjaga kebersihan diri sendiri.

Anda juga harus menjaga kebersihan rumah. Bersihkan seluruh bagian rumah secara berkala tiap harinya.

Pembersihan rumah secara berkala bisa meminimalkan tempat bersemayamnya virus yang membuat terjadinya penularan, khususnya selama menyusui.

Banyak benda yang bisa disentuh anak. Padahal, benda-benda tersebut juga sangat mudah terkena percikan air liur dari ibu saat menyusui.

Lakukan pembersihan menggunakan cairan disinfektan yang mampu membunuh virus corona.

Anda juga bisa menggunakan pemutih pakaian guna melenyapkan penyebaran COVID-19. Ini karena pemutih pakaian terbukti efektif melemahkan dan membinasakan jenis virus ini.

5. Pompa ASI

Anda mungkin masih takut menyusui saat menderita COVID-19 karena merasa tubuh tidak terlalu sehat ataupun tidak terlalu bersih.

Namun, bukan berarti Anda tidak bisa memberikan ASI kepada si kecil. Anda masih tetap memberikan nutrisi utama ini kepada sang buah hati lewat botol.

Saat ini, tidak sulit lakukan melakukan pemerahan ASI. Banyak produk pompa ASI yang dapat Anda manfaatkan untuk memerah air susu.

Gunakan alat tersebut untuk memaksimalkan pemberian ASI saat Anda masih berjuang melawan virus corona dalam tubuh.

Berikan ASI sesuai kebutuhan si kecil. Jika masih ragu, tanyakan kepada dokter spesialis anak mengenai ASI yang diperlukan buah hati berdasarkan usianya.

Dengan demikian, anak bisa memperoleh nutrisi yang pas dan terhindar dari dehidrasi. Risiko penularan COVID-19 dari ibu ke anak pun dapat diminimalkan.

Pada masa pandemi ini, semakin terasa pentingnya memiliki asuransi kesehatan. Mengobati penyakit apapun itu, tidak terkecuali COVID-19, memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Anda bisa mencari lembaga asuransi terpercaya untuk menyediakan jaminan asuransi. Salah satunya adalah PFI Mega Life.

Lewat produk Mega Hospital Investa, Anda bisa memperoleh jaminan rawat inap ketika sakit sekaligus santunan sebagai ganti Anda tidak bisa bekerja dikarenakan karena kondisi fisik yang tidak memungkinkan. Pastinya, produk asuransi ini memiliki premi yang sangat ramah di kantong.

Sumber:

id.theasianparent.com/menyusui-saat-positif-corona/

alodokter.com/infeksi-virus-corona-pada-ibu-menyusui-ini-yang-perlu-anda-ketahui

alodokter.com/tips-aman-menyusui-bagi-ibu-yang-positif-covid-19

gooddoctor.co.id/tips-kesehatan/covid-19/bolehkah-ibu-positif-corona-tetap-menyusui-ini-penjelasannya/

cantik.tempo.co/read/1402700/ibu-positif-covid-19-bisa-menyusui-dokter-jelaskan-cara-yang-aman

covid19.go.id/peta-sebaran-covid19

Bagi in Yuuk:

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.