Second Journey in Egypt (1)

bendera Negara Mesir
bendera Negara Mesir. via pixabay.com

 

Berbicara mengenai Mesir tidak cukup dengan hanya satu atau dua ulasan. Mesir dengan segala pernak-pernik kehidupannya sangat menarik untuk dipelajari. Selain menambah wawasan, berguna juga sebagai bahan perbandingan dengan kehidupan yang kita jalani di Indonesia tercinta.

Kali ini saya ingin mencoba mengulas sedikit tentang pernak-pernik kehidupan di Mesir, sesuai dengan apa yang saya tangkap dari pengalaman pribadi.

Ini adalah hasil pengamatan saya pribadi, meski ini tidak bisa dijadikan patokan, tapi paling tidak bisa menambah wawasan. so don’t judge me, just enjoy it. hehe

Karakter Kebanyakan Orang Mesir

ekspresi bahagia. via pixabay.com
ekspresi bahagia. via pixabay.com

 

  1. Mudah Tersulut

    Salah satu perangai yang membuat kaget para pendatang ketika pertama kali berinteraksi adalah mudahnya mereka tersulut oleh emosi. Rata-rata mereka sangat mudah tersulut oleh hal yang sepele. Hal yang menurut kita biasa, disana bisa menjadi sumbu awal pertengkaran.

    marah.
    marah.
  2. Mudah Memaafkan

    Agak aneh memang. Di awal saya mensifati mereka dengan mudah tersulut tapi sekarang malah kebalikannya. Tapi memang seperti itulah adanya. Saya sampai sekarang masih sering terkagum-kagum dengan sifat mereka yang mudah dalam memberi maaf. Ini agaknya salah satu sifat unggulan mereka. Berbeda dengan kebanyakan perangai orang Indonesia yang mudah menyimpan perasaan.

    persahabatan. via pixabay.com
    memaafkan. via pixabay.com
  3. Tidak Mudah Gengsi

    Di Mesir, gengsi terhadap hal-hal yang berbau keduniaan jarang ditemui. Walaupun kita tidak tahu apa yang ada didalam hati, tetapi dari luar seperti itulah kelihatannya. Bagaimana tidak, mereka memandang hal-hal seperti mobil dan motor tidak lebih sebagai kendaraan yang bisa dimanfaatkan. Jadi tidak menjadi soal kalau mobil yang mereka kendarai lecet atau penyok, motor yang mereka kendarai ber-spion atau tidak. Sifat ini juga termasuk yang positif menurut saya.

    mobil bekas. via pixabay.com
    mobil bekas. via pixabay.com
  4. Dermawan

    Menurut pengalaman saya, orang mesir termasuk yang paling dermawan, terutama ketika bulan suci Ramadhan tiba. Tidak memandang orang kaya atau sederhana, semua berlomba-lomba dalam bersedekah. Apalagi kepada pelajar asing seperti saya. Pernah merasakan diberi uang oleh orang yang tidak kenal dalam jumlah banyak? kalau belum, main-mainlah ke Mesir pada bulan Ramadhan, hehe.

    memberi. via pixabay.com
    memberi. via pixabay.com
  5. Mudah Bergaul dengan Orang Lain

    Sifat yang satu ini agaknya lumayan mengganggu orang yang mempunyai kepribadian introvert. Kalau dalam Republik kita, biasanya disebut sok kenal . Dalam hal ini, kebanyakan orang Mesir tidak bisa dipungkiri keahliannya untuk membawa lawan bicara kepada topik yang mereka singgung. Katakanlah tentang sepakbola, wanita, hingga agama. yap! mereka termasuk orang yang open-minded. Jadi hati-hati saja, keluar rumah tanpa orang yang sudah berpengalaman, hehe

    persahabatan. via pixabay.com
    persahabatan. via pixabay.com

 

Ya kira-kira seperti itulah karakter sebagian besar orang Mesir yang saya temui selama ini. Sebenarnya ada beberapa sifat lagi yang bisa diulas dsini, tetapi saya kira sifat-sifat itu sedikit banyak mirip dengan rata-rata sifat orang Indonesia.

 

Ada satu hal yang sangat saya suka dari kehidupan bermasyarakat di Mesir.

 

Sebagian besar masyarakat Mesir mengaplikasikan pemahaman agama Islam dalam kehidupan sehari-hari. contohnya, menebar salam kepada sesama. Perilaku ini sangat mudah kita temui bahkan di pasar sekalipun. Terhadap yang dikenal maupun yang tidak dikenal. Berbeda dengan kita di Indonesia, kita cenderung lebih memilih menganggukkan kepala sebagai tanda salam.

 

Bahkan pernah suatu ketika, saat baru beberapa bulan menginjakkan kaki di Mesir, sepulang sholat dhuhur dari masjid, saya berpapasan dengan seorang kakek tua. Sebagaimana kebiasaan saya di Indonesia, saya hanya mengaggukkan kepala.

 

Tepat sehabis saya menganggukkan kepala, beliau berhenti, saya pun otomatis ikut berhenti. Beliau berkata dalam bahasa Arab yang kira-kira artinya seperti ini.

“Hai anak muda, Islam sudah memberikan contoh dalam hal menebarkan salam, Rosulullah sudah mencontohkan. Lantas mengapa kamu memilih cara lain? apakah kamu tidak yakin dengan ajaran yang Rosul bawa?

DEG.. hati saya ketika itu seperti tertohok. Saya hanya tersenyum kecut dengan pertanyaan beliau sembari mengatakan “iya pak..iya”.

 

Obrolan diatas adalah obrolan yang benar-benar terjadi. Terbayang? betapa mereka memegang teguh keislamannya. Padahal saya bukan siapa-siapa beliau, baru beberapa bulan di Mesir. Terbayangkan?

 

Semoga ini bisa menjadi sedikit pelecut untuk kita dalam menjalankan perintah Allah dan Rosul-Nya.

Ingin tau lebih dalam tentang lika-liku kehidupan di Mesir? InsyaAllah pada tulisan berikutya saya akan membahas tentang Ramadhan di Mesir dan dilanjutkan dengan pembahasan-pembahasan yang lain. so,stay tune in this website, hehe.

 

 

Bagiin Yuk...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest