contoh rumusan masalah makalah2

17 Contoh Rumusan Masalah Makalah, Skripsi, Penelitian dan Lain-lain

Contoh rumusan masalah – Dalam membuat suatu makalah, baik itu makalah penelitian maupun skripsi pasti di dalamnya ada bagian yang tidak boleh dihilangkan, yaitu perumusan masalah.

Sebuah masalah yang dirumuskan dengan baik akan menghasilkan output yang baik pula. Misalnya dalam sebuah penelitian tentang lingkungan, jika dalam merumuskan masalahnya saja tidak baik maka solusi yang didapat untuk mengatasi permasalahan lingkungan tersebut juga tidak baik.

Bisa dibilang, rumusuan masalah adalah jantungnya dalam sebuah penelitian. Oleh sebab itu, kamu perlu memahami secara detail unsur-unsur dalam pembentukan rumusan masalah.

Nah, pada artikel kali ini saya akan membahas secara lengkap tentang contoh rumusan masalah yang bisa kamu jadikan bahan referensi.


Pengertian Rumusan Masalah


pengertian rumusan masalah
ngapakers.com

 

Pengertian Rumusan Masalah Menurut Para Ahli

Para pakar menjelaskan arti rumusan masalah sebagai berikut:

  • Menurut Pariata Westra (1981:263)

Beliau menjelaskan bahwa rumusan masalah merupakan suatu masalah yang terjadi apabila seseorang berusaha melakukan percobaan yang pertama guna mencapai tujuan tersebut hingga berhasil.

  • Menurut Sutrisno Hadi (1973:3)

Beliau mengungkapkan bahwa yang dimaksud dengan rumusan masalah adalah suatu kejadian yang menimbulkan sebuah pertanyaan kenapa dan kenapa.

  • Menurut Drs. Hariwijaya, triton PB. Ssi. Msi.

Rumusan masalah merupakan suatu kegiatan untuk mencari sebanyak-banyaknya permasalahan, yang mana masalah-masalah tersebut ditulis dalam bentuk pertanyaan sederhana, singkat dan jelas.

  • Menurut P. Joko Subagyo SH.

Joko Subagyo menjelaskan rumusan masalah sebagai usaha mencari permasalahan dengan memperhatikan aturan-aturan di bawah ini:

  1. Dirumuskan dalam bentuk pertanyaan.
  2. Dirumuskan dalam bentuk kalimat yang sederhana.
  3. Dirumuskan dengan singkat, padat dan tidak menimbulkan kebingungan atau kerancuan pengertian.
  4. Memperlihatkan keinginan penulis dalam melakukan penelitian.
  5. Rumusan masalah tidak mempersulit dalam pencarian data di lapangan.
  6. Rumusan masalah dapat digunakan sebagai rumusan hipotesa.
  7. Dan rumusan masalah harus bisa diterapkan ke dalam judul.
  • Menurut Drs. Sumardi Surya Brataba MA, eds, Ph.D.

Beliau mengungkapkan pendapatnya, bahwa rumusan masalah adalah hal yang penting dalam sebuah penelitian.

Saat menulis dan menyusun rumusan masalah, Drs. Sumardi telah memberikan ketentuan-ketentuan sebaagai berikut:

  1. Rumusan masalah harus berupa kalimat tanya.
  2. Isi rumusan masalah harus padat dan jelas.
  3. Dan isi rumusan masalah baiknya mengandung petunjuk yang memungkinkan pengumpulan data untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah dirumusakan.
  • Menurut Purnomo Setiady Akbar, Mpd & Dr. Huseini Usman, Mpd.

Menurut Purnomo rumusan masalah merupakan suatu bentuk usaha untuk menyatakan secara tersurat tentang pertanyaan-pertanyaan penelitian apa saja yang memang perlu dijawab.

Baca Yuk: 11 Contoh Slip Gaji Karyawan, PNS, Guru, Honorer Terbaru 2017


Macam-macam Rumusan Masalah


imagegoogle

Purnomo Setiady Akbar, Mpd & Dr. Husaini Usman, Mpd membagi rumusan masalah menjadi tiga. Ini juga tertulis dalam buku mereka yang berjudul “Meteologi Penelitian Sosiologi”.

1. Rumusan Masalah Deskriptif

Merupakan bentuk rumusan masalah yang berhubungan dengan pertanyaan pada satu variabel atau lebih.

Isi dari penelitian tidak membandingkan variabel dengan sample lain dan mencari hubungan variabel itu dengan variabel lain.

Contohnya:

  • Seberapa besar tingkat kecerdasan anak-anak Indonesia?
  • Seberapa besar profit penjualan baju muslim toko online “Hijabenka” pada tahun 2016?
  • Seberapa besar keuntungan ekspor kopi Indonesia pada tahun 2017?
  • Bagaiamana pertumbuhan penduduk Indonesia pada tahun 2017?

2. Rumusan Masalah Komparatif

Kebalikan dari rumusan masalah deskriptif, penelitian ini isinya membandingkan keberadaan suatu variabel atau lebih terhadap dua atau lebih sample yang berbeda atau pada waktu yang berbeda.

Contohnya:

  • Adakah perbedaan antara siswa Indonesia dengan Korea?
  • Adakah perbedaan antara pendapatan rumah tangga kota Tegal dengan Kota Purbalingga?
  • Adakah perbedaan antara produk Jepang dengan produk Indonesia.

3. Rumusan Masalah Asosiatif

Jenis rumusan masalah ini berisi pertanyaan hubungan antara dua variabel atau lebih. Ada tiga macam jenis hubungan, yaitu:

# Hubungan Simetris

Adalah suatu jenis hubungan antara dua variabel atau lebih yang kebetulan muncul secara bersamaan.

Contohnya:

  • Adakah hubungan antara tindakan asusila dengan mudahnya anak-anak mengakses internet?
  • Adaka hubungan antara kesuksesan seseorang dengan kebiasaan membaca buku?
  • Adakah hubungan antara tingginya pemerkosaan dengan rok mini wanita?
  • Adakah hubungan antara produktivitas anak dengan jam tayang nonton tv?

# Hubungan Kausal

Suatu jenis hubungan yang sifatnya sebab dan akibat, yang mana terdapat variabel yang mempengaruhi dan dipengaruhi.

Contohnya:

  • Adakah pengaruh antara jalanan macet dengan mobil murah?
  • Adakah pengaruh antara banjir dengan membuang sampah sembarangan?
  • Adakah pengaruh menurunnya korupsi dengan hadirnya badan KPK?
  • Adakah pengaruh bangkitnya ekonomi Indonesia dengan semakin banyaknya jumlah pengusaha?

# Hubungan Interaktif

Jenis hubungan ini sifatnya saling mempengaruhi antar variabel.

Contohnya:

  • Hubungan antara tingkat pendidikan dengan jabatan seseorang.

Tujuan Rumusan Masalah


tujuan rumusan masalah

Seperti yang dijelaskan bahwa rumusan masalah bisa dibilang jantungnya dalam sebuah penelitian. Karena dalam rumusan masalah mengandung tujuan-tujuan diantaranya:

  • Memudahkan pengajuan hipotesis, analisis data dan kesimpulan.
  • Merespon kemauan masyarakat.
  • Memberikan sesuatu yang bermanfaat.
  • Sebagai patokan untuk memecahkan penemuan sebelumnya dan sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya.

Tata Cara Membuat Rumusan Masalah


cara membuat rumusan masalah
http://mrc.karuniamandiri.co.id

Dengan mengetahui tata cara ini diharapkan kamu bisa menyusun rumusan masalah dengan tema apapun, karena contoh rumusan masalah yang akan saya berikan nanti belum tentu satu tema dengan yang kamu cari.

Nah, berikut ini adalah langkah-langkah daalm membuat rumusan masalah.

  1. Pertama kamu harus menentukan karya ilmiah apa yang akan dibuat.
  2. Mencari sumber referensi baik dari buku maupun internet.
  3. Memperluas dan meyempitkan judul atau topik pembahasan.
  4. Buat permasalahan dari topik tersebut.
  5. Menguji dari apa yang telah dirumuskan.

Contoh Rumusan Masalah Makalah Sejarah


contoh rumusan masalah sejarah
rezaantonius.wordpress.com

A. Latar Belakang

Sejarah panjang bahasa Indonesia dari masa ke masa telah mengalami perkembangan yang begitu pesat. Dimulai dari makin banyaknya kosa kata dan tata bahasanya serta semakin meningkatnya jumlah pemakainya.

Hingga sekarang bahasa Indonesia tidak hanya dipakai oleh orang Indonesia saja, namun sudah dipelajari dan menjadi salah satu materi di banyak negara.

Oleh sebab itu, kita sebagai warga negara Indonesia sudah sepatutnya sadar akan kenyataan ini dengan cara menghormati dan melestarikannya.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, dapat disimpulkan perumusan masalah sebagai berikut:

  • Bagaimana sejarah Bahas Indonesia dari masa ke masa hingga bisa Go Internasional seperti sekrang ini?
  • Bagaimana kedudukan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari?
  • Apa fungsi dari bahasa Indonesia?

Contoh Rumusan Masalah Skripsi Pendidikan


Dalam hal ini, saya akan memberikan contoh dalam membuat rumusan masalah yang berkaitan dengan pendidikan karakter atau akhlak pada anak usia dini lengkap dengan latar belakangnya, berikut contoh rumusan masalah dan penjelasannya:

1.1 Latar Belakang Masalah

Dewasa ini, kita sering merasa prihatin dan marah dengan apa yang terjadi di lingkungan sekitar kita. Banyak masalah yang muncul dan membuat kita terhenyak kaget.

Berbagai masalah ini mulai dari rendahnya tingkat kejujuran pada masyarakat, tingginya tingkat kriminalitas, meningkatnya angka pidana bersebab kerusakan moral, baik itu remaja dan dewasa.

Bahkan, pada beberapa kota, gejala kerusakan akhlak dan moral ini sudah melampaui batas. Banyak terjadi hal yang dulu tidak pernah terpikirkan oleh kita sebagai masyarakat.

Pencurian merajalela, pornografi dan pergaulan bebas meluas, bahkan fenomena durhaka pada orangtua dan guru menjadi pemberitaan yang seolah-olah dianggap lumrah.

Berbagai permasalahan dan gejala yang muncul ini tentunya harus segera mendapat perhatian dan penanganan yang baik dan mendalam. Tentu diharapkan bagi pemerintah daerah dan jajarannya mempunyai program dalam penanggulangan kerusakan akhlak dan moral ini.

Dan kita sebagai masyarakat biasa khususnya orang tua, harus lebih memperhatikan lagi pendidikan akhlaknya. Salah satu cara yang bisa dimaksimalkan oleh setiap individu adalah menanamkan pendidikan tentang akhlak sedini mungkin pada anak.

Usia anak, sebagaimana kita ketahui, adalah usia yang sangat baik dalam menyerap pelajaran di sekitarnya, dalam bahasa ilmiah biasa disebut dengan Golden Age. Oleh karena itu, usia dini inilah yang nantinya akan menjadi pondasi para remaja dalam kehidupan sosialnya kelak.

Maka dari itu, Rasulullah SAW pernah mewanti-wanti pada para ibu bapak tentang penanaman akhlak ini, kurang lebih beliau bersabda seperti ini “Ajarilah anakmu tauhid dan akhlak.”

Pada kesempatan yang lain juga Rasulullah SAW bersabda “ Sesungguhnya aku diutus tidak lain dan tidak bukan melainkan untuk menyempurnakan akhlak.”

Jadi pada dasarnya apabila ingin membangun generasi yang baik akhlaknya harus dimulai dari sedari mereka kecil, sehingga penanaman itu telah menjadi karakter yang baik apabila mereka menginjak usia remaja.

1.2 Identifikasi Masalah

  •  Terhambat nya laju pembangunan masyarakat.
  •  Maraknya aksi kejahatan fisik maupun moral.
  •  Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya lingkungan yang baik.

1.3 Rumusan Masalah

Dari latar belakang dan identifikasi masalah diatas, rumusan masalah yang dapat kita ambil adalah sebagai berikut:

  •  Apa pengaruh pendidikan akhlak pada anak?
  •  Bagaimana metode dalam penanaman pendidikan akhlak pada anak usai dini?
  •  Seberapa penting pendidikan akhlak dalam membangun peradaban yang baik?
  •  Apa langkah-langkah yang harus diambil oleh pemerintah dan orangtua khususnya dalam menanggulangi masalah kerusakan akhlak?
  •  Metode apakah yang paling baik untuk mendidik anak usia dini dalam hal penanaman akhlak?
  •  Apa akibat yang ditimbulkan apabila kerusakan akhlak ini tidak ditanggulangi secara tuntas dan cepat?
  • Siapa yang paling bertanggungjawab atas kerusakan akhlak ini?

1.4 Tujuan Makalah

  1. Menanggulangi kerusakan akhlak dan moral pada masyarakat.
  2. Memperbaiki tatanan hidup masyarakat yang rusak.
  3. Mencegah sejak dini kerusakan moral anak bangsa.
  4. Menjaga kualitas pribadi anak bangsa yang akan menjadi penerus masa depan.

Leave a Comment