Contoh Latar Belakang Masalah Makalah dan Pengertiannya

Contoh Latar Belakang Masalah – Tentu bagi kalian pelajar atau mahasiswa sudah tidak asing lagi dengan yang namanya makalah dan penelitian. Tapi mungkin beberapa dari kalian masih bingung dengan latar belakang masalah. Berikut ini akan saya ulas tentang contoh latar belakang masalah.

Nah, kesempatan kali ini saya akan mencoba menjelaskan pada kamu tentang apa itu latar belakang masalah? Hal apa saja yang harus diperhatikan dalam membuatnya? Bagaimana cara membuat contoh latar belakang masalah yang baik? tentu ulasan ini akan disertai dengan contohnya, semoga bermanfaat.


Pengertian Latar Belakang Masalah


menulis latar belakang masalah
http://i.huffpost.com

Pengertian latar belakang masalah secara umum adalah suatu kumpulan informasi yang tersusun secara sistematis yang berkenaan dengan kejadian-kejadian atau fenomena sekitar yang menarik untuk diteliti.

Tidak semua kejadian dan fenomena menarik untuk diteliti, fenomena yang menarik diteliti adalah fenomena yang menjadi pembicaraan masyarakat luas, sehingga perlu kiranya diadakan sebuah penelitian untuk mencari jalan keluarnya. Latar belakang ini perlu agar nantinya dalam perumusan masalah kita mudah membuat pertanyaan.

Menurut para ahli latar belakang adalah dasar atau titik tolak yang memberikan pengertian atau pemahaman kepada para pembaca terkait dengan masalah yang ingin kita sampaikan. Latar belakang juga harus ditulis dengan baik dan maksud yang jelas.

Latar belakang sendiri dimaksudkan untuk menjadi penjelasan atas alasan mengapa masalah itu bisa terjadi dan kenapa ingin diteliti, begitu juga dengan urgensi permasalahan yang akan diangkat dalam penelitian atau makalah yang kita buat.

Latar belakang penelitian biasanya berisi tentang alasan-alasan rasional dan esensial kenapa penelitian ini dibuat, tentu ini berdasarkan dari fakta-fakta dan olah data serta referensi dari temuan sebelumnya.

Selain alasan-alasan, terdapat juga uraian tentang kompleksitas masalah yang ingin diteliti, yang mana isinya apabila tidak segera diteliti kemungkinan akan menyebabkan masalah yang lebih besar.

Kemudian hendaknya latar belakang masalah berisi pendekatan dalam mengatasi masalah dari sisi teoritis dengan penjelasan singkat akan kedudukan atau posisi masalah yang diteliti.



 1. Kondisi Ideal  

Seorang peneliti dan pembuat makalah harus mempunyai gambaran kondisi ideal tentang apa yang dicita-citakan atau diharapkan terjadi. Bentuknya terserah kepada peneliti. Bisa dalam bentuk visi dan misi, atau dalam bentuk uraian singkat disertai penjelasan.

 2. Kondisi Aktual  

Seorang peneliti dan pembuat makalah harus mempunyai gambaran tentang kondisi aktual yang terjadi saat itu. Jadi dalam uraiannya nanti berisi tentang kondisi aktual dengan kondisi yang diinginkan atau dicatakan terjadi.

 3. Solusi  
Solusi dalam latar belakang masalah
http://www.lawofattraction4u.org

 

Hendaknya, setelah menjelaskan panjang lebar tentang latar belakang, di akhir paragraf peneliti dan pembuat makalah menulis sedikit tentang solusi atau penawaran penyelesaian singkat terhadap masalah yang diangkat sebelum berlanjut ke pokok pembahasan.

Nah, ini adalah 3 hal yang harus diperhatikan oleh peneliti dan pemakalah dalam membuat latar belakang masalah, dan tentu tidak lupa, yang paling utama adalah menjelaskan latar belakang masalahnya dengan bahasa yang lugas, mudah dipahami, disertai dengan data apabila memungkinkan.



membuat latar belakang masalah
netdna-cdn.com

Dalam membuat latar belakang masalah tentu ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar latar belakang masalah yang kita buat menarik dan tidak keluar dari pembahasan yang ingin diteliti atau tulis.

Hal-hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut:

 1. Kaidah Penulisan  

Menulis latar belakang yang baik tentu tidak lepas dari kaidah penulisan yang benar, Nah pada umumnya kaidah penulisan yang benar adalah sebagai berikut:

  1. Gaya bahasa
  2. Ejaan kata (EYD)
  3. Relevansi (keterkaitan antara satu topik dengan topik lainnya)

Jadi, dalam menulis latar belakang hendaknya memperhatikan 3 hal diatas. Sesuaikanlah 3 hal diatas dengan gaya penulisan yang kamu kehendaki.

 2. Isi Tulisan  

Setelah mengetahui tentang kaidah penulisan, kini beranjak pada isi dari tulisan itu sendiri. Dalam latar belakang yang kita tulis hendaknya mengandung gambaran sejarah, asal muasal atau sebab akibat kenapa masalah itu bisa terjadi.

Di sisi lain juga kamu bisa mengembangkan topik utama dengan pembahasan-pembahasan lain yang memiliki keterkaitan dengan masalah yang kamu angkat.

Misalnya saat ini kamu sedang menulis makalah dengan topik utama “Rusaknya Moral Anak Negeri”. Maka, yang pertama kali kamu lakukan adalah membuat gambaran tentang topik utama tadi sesuai fakta da realita terkini.

Kemudian dalam pengembangan keterkaitan topik utama bisa di sanding kan dengan beberapa faktor, contohnya, faktor psikologis anak, faktor pemahaman agama anak, faktor pengasuhan orangtua, dan lain-lain.

 3. Memulai Tulisan dengan Kalimat Menarik  

Dalam menulis contoh latar belakang masalah juga harus diperhatikan tentang masalah tingkat menarik nya. Usahakan paragraf awal dibuat semenarik mungkin agar pembaca tertarik untuk membaca tulisan itu sampai tuntas.

Ini merupakan poin plus pada tulisan kamu, jadi jangan sampai dalam menulis contoh latar belakang masalah jangan langsung menyuguhkan pembahasan berat, yang mana ditakutkan orang hanya akan melirik sekilas kemudian diabaikan.

 4. Etika Mengutip  

Sebagaimana kita ketahui, normalnya karya tulis berisi kumpulan informasi dari sekitar. Baik itu berupa hasil penelitian yang lalu atau data-data yang terekam oleh para peneliti.

Nah, di sini lah kita harus menjaga etika dalam mengutip sesuatu, baik itu hasil penelitian atau data-data. Sehingga kutipan yang kamu buat memiliki kejelasan sumber dan lebih dapat dipercaya oleh pembaca.

Dalam praktiknya, peletakan sumber referensi yang dipakai dituliskan pada bagian bawah (catatan kaki), atau bisa juga dalam daftar pustaka di akhir makalah yang kamu buat.



pengertian latar belakang masalh
goinswriter.com

1. Pentingnya Penanaman Akhlak pada Anak

Latar Belakang

Perkembangan zaman melaju dengan sangat cepat, baik itu dari sisi teknologi maupun dari sisi ilmu pengetahuan. Dahulu kita sangat jarang mendapati orang naik mobil sendiri, namun sekarang justru yang tidak bermobil sudah hampir dianggap orang tidak berpunya.

Dalam perkembangan zaman yang pesat ini juga, informasi semakin mudah untuk didapatkan. Dalam hitungan detik, orang-orang belahan bumi yang lain mengetahui apa yang sedang terjadi di Indonesia, begitu juga sebaliknya.

Kemudian, selain informasi yang semakin mudah didapatkan, pola pikir masyarakat juga semakin maju, semakin menginginkan sesuatu dengan cepat atau instan. Pola pikir ini apabila dibarengi dengan pemahaman akan pentingnya akhlak atau moral bisa berbahaya.

Contoh sederhana yang bisa kita lihat, sekarang sudah hampir disetiap rumah penduduk terdapat media informasi visual bernama televisi. Televisi ini dalam beberapa kalangan sudah hampir menjadi barang primer yang harus ada dalam rumah.

Orang lebih memilih kehilangan benda berharga lainnya ketimbang harus kehilangan televisi. Akan tetapi sayangnya, televisi yang mempunyai posisi di masyarakat sedemikian penting tidak bisa menyuguhkan tayangan yang berkualitas.

Rata-rata tayangan televisi berisi hal-hal yang tidak membangun dan tidak bermanfaat sama sekali. Hampir semuanya berisi tentang bagaimana bersenang-senang, hura-hura dan lain sebagainya.

Maka masalahnya adalah, apabila kemajuan zaman ini tidak dibarengi dengan kesadaran akan penanaman akhlak atau moral sejak kecil, ini akan berakibat kerusakan moral ketiak mereka dewasa.

Yang paling dikhawatirkan dari kondisi ini adalah, pada saatnya nanti, 5-10 tahun mendatang Indonesia diisi oleh para anak muda yang tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

Tentu kondisi seperti ini tidak kita inginkan sama sekali. Maka menurut kami, sangat perlu kiranya, dimulai dari sekarang, digalakkan lagi seruan untuk menanamkan pendidikan akhlak pada anak.

Tidak berhenti pada seruan saja tentunya, tetapi harus ada langkah riil dari setiap individu yang bertanggung jawab atas hal ini, yaitu kemajuan bangsa Indonesia yang dimulai dari benarnya tingkah laku para pemuda nya.

Para orang tua dan guru harus sadar akan pentingnya penanaman akhlak ini, sehingga perbaikan yang diharapkan bisa berjalan di semua lini, baik itu di lingkungan sekolah, perkantoran, maupun di lingkungan rumah masing-masing.

Contoh II

Hukum merupakan peraturan yang telah disepakati bersama untuk diterapkan dalam rangka mewujudkan kehidupan yang aman dan tenteram. Diberlakukannya hukum bertujuan untuk mencapai pembangunan yang maksimal, yang tidak disertai dengan tindakan sewenang-wenang dari satu pihak atau golongan tertentu saja, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.

Indonesia merupakan negara hukum, namun belakangan ini dapat kita saksikan lemahnya kesadaran hukum di Indonesia. Seperti dalam menegakkan aturan lalu lintas. Banyak dijumpai kasus pelanggar lalu lintas dapat dibebaskan dengan memberi nominal uang tanpa mendapat surat tilang dan melakukan sidang.

Disamping itu, menurut Badan Pusat Statistik Indonesia, dilansir dari laman www.bps.go.id, tindakan kriminal di Indonesia, terutama pencurian kendaraan bermotor pada tahun 2011 hingga tahun 2013 mengalami peningkatan sebesar 8.3%.

Hukum yang seharusnya ditegakkan bahkan dilanggar oleh pembuat hukum sendiri. Banyaknya kasus yang melibatkan pemerintah, terutama terkait tindakan korupsi, membuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah semakin menurun yang berimbas pada disintegrasi sosial dan kemerosotan wibawa hukum.

Dikutip dari m.cnnindonesia.com, hasil survey yang dilakukan pada Januari 2016 menyatakan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap DPR hanya sebesar 48.5%.

Sekolah yang merupakan tempat generasi muda dididik untuk memiliki kesadaran hukum yang baik pun tak terlepas dari berjalannya ketidakadilan hukum itu sendiri. Contoh yang paling banyak ditemui adalah pembiaran tindakan curang siswa dalam mengerjakan soal ujian, terutama ujian nasional. Tentunya hal tersebut akan membuat siswa merasa melanggar hukum merupakan hal yang wajar dilakukan.

Dari fakta-fakta tersebut, dapat kita lihat bahwa kesadaran hukum di Indonesia masih sangat minim, maka dari itu penulis merasa perlu mengangkat tema “Pendidikan dan Penegakan Kesadaran Hukum".


Contoh Latar Belakang Makalah


Demokrasi merupakan salah satu sistem pemerintahan yang dianut oleh banyak negara. Sistem demokrasi ini lahir dari pemikiran Yunani yang dipraktikkan antara abad ke-6 SM sampai abad ke-4 SM. Namun demikian, kata demokrasi masih belum banyak digunakan seperti saat ini.

Demokrasi, yang hakikatnya merupakan proses bernegara yang bertumpu pada peran utama rakyat sebagai pemegang tertinggi kedaulatan, mulai berkembang pasca perang dunia dua sebagai solusi atas kegagalan paham Naziisme dan Fasiisme dengan membawa keberhasilan yang luar biasa terhdapa negara-negara penganut demokrasi.

Seperti berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, kesejahteraan rakyat, kebebasan tanpa memandang ras, dan sebagainya. Berangkat dari keberhasilan tersebut, negara-negara di Asia Afrika turut serta menganut paham demokrasi.

Meskipun banyak negara yang mengembangkan paham demokrasi, namun di setiap negara memiliki demokrasi dengan tipe yang berbeda-beda. Hal tersebut menyesuaikan dengan kondisi masyarakat sekitar.

Indonesia termasuk salah satu negara yang menganut sistem pemerintahan demokrasi. Seiring bergantinya pemerintahan di Indonesia, telah berkembang berbagai macam model demokrasi yang diterapkan di Indonesia untuk menyesuaikan keadaan masyarakat Indonesia pada saat itu.

Namun sistem demokrasi yang diterapkan seringkali tidak menjawab permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Hingga tercetuslah gagasan demokrasi pancasila yang dianggap paling sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia yang majemuk, dan diterapkan hingga saat ini.

Masyarakat perlu memahami mengenai demokrasi dengan benar, karena sistem pemerintahan yang dianut merupakan sistem demokrasi. Ini diperlukan demi keberhasilan sistem demokrasi itu sendiri. Maka dari itu, penulis merasa perlu menyusun makalah dengan tema “Demokrasi".


Contoh Latar Belakang Laporan


Sekolah merupakan salah satu kebutuhan dasar bagi setiap orang demi meningkatkan taraf hidup menjadi lebih baik. Keberadaan sekolah sangat penting untuk menunjang terjadinya proses belajar mengajar antara pendidik dan peserta didik.

Meskipun kurikulum 2013 dirancang untuk membentuk peserta didik yang mandiri dalam mencari informasi, bukan berarti pendidik tidak memiliki peran apa-apa.

Sebagai mahasiswa kejuruan, tentu penting bagi observer untuk mengetahui bagaimana peran pendidik ketika berada dalam kelas. Sehingga ketika observer telah terjun ke dunia pendidikan, pendidik sudah tahu langkah apa yang harus dilakukan. Karena alasan tersebutlah maka observasi ini dilaksanakan.

Observer memilih SMAN 1 sebagai lokasi penelitian dengan pertimbangan pendidik yang bertugas telah memiliki banyak prestasi dan pengalaman yang tidak sedikit. Selai itu sekolah ini juga telah cukup lama menerapkan kurikulum 2013 sehingga sangat sesuai jika dijadikan sebagai objek observasi.

Observasi dilakukan selama dua kali, yaitu pada tanggal 21 dan 22 Agustus 2017. Selanjutnya hasil observasi tersebut disusun dalam bentuk laporan tertulis dengan judul “Laporan Observasi Peran Pendidik dalam Kurikulum 2013 di SMAN 1".

Demikian beberapa contoh latar belakang yang bisa kami tulis. Semoga bisa bermanfaat, dan jika ada pertanyaan silahkan tulis dikolom komentar.

 

Bagiin Yuk...Share on FacebookShare on WhatsappShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest