3 Contoh Karya Ilmiah Lengkap Dengan Pengertian dan Cara Membuatnya

Contoh Karya Ilmiah – Sebagai pelajar kita mestinya paham apa itu karya ilmiah. Karena hampir semua sekolah dan perguruan tinggi sering memberikan tugas kepada anak didiknya untuk membuat sebuah karya ilmiah.

Walaupun begitu, ada beberapa dari kawan-kawan kita masih belum paham sepenuhnya apa itu karya tulis ilmiah. Entah itu benar-benar tidak paham atau sudah paham tapi masih bingung jika disuruh membuat contoh karya ilmiah.

Untuk kalian yang belum paham, tenang saja, karena tim redaksi akan menjelaskan secara lengkap dan lugas serta mudah dipahami tentang karya tulis ilmiah. Mulai dari pengertian, jenis-jenis, langkah-langkah dan tentu saja contoh karya ilmiah.



contoh karya ilmiah pendidikan
wallpaperscraft.com

Arti secara umum apa itu karya tulis ilmiah adalah laporan atau tulisan yang menjabarkan hasil riset atau penelitian suatu masalah. Penelitian tersebut dilakukan oleh tim maupun individu yang mana dalam melakukan penelitian harus mengikuti aturan-aturan dan kaidah ilmu yang disepakati dan ditaati oleh kalangan keilmuan.

Atau bisa juga diartikan sebagai sebuah hasil penelitian yang disusun secara rinci dan sistematis sesuai dengan kaidah yang ditetapkan. Pada kalangan pelajar karya tulis sering juga disebut sebagai scientific paper.



contoh karya ilmiah remaja
fanpop.com

 

Ada 7 jenis karya tulis ilmiah yang sering kita jumpai. Berikut ini jenis dan penjelasannya.

 1. Laporan Penelitian  

Laporan penelitian merupakan sebuah laporan yang ditulis berdasarkan penelitian yang telah dilakukan.

Misalnya; laporan penelitian tentang microba yang ditulis oleh mahasiswa jurusan biologi.

 2. Artikel  

Jenis yang kedua adalah artikel, yang sering banget kita jumpai, baik di internet, surat kabar maupun makalah. Secara singkat artikel merupakan sebuah tulisan yang berisi opini tentang suatu kejadian atau peristiwa yang ditulis secara subyektif.

Namun, jika di dalam karya ilmiah, artikel merupakan karya tulis yang disusun agar bisa diterbitkan dalam jurnal ilmiah. Maka dari itu, artikel tersebut harus ditulis menggunakan kaidah-kaidah keilmuan yang diberlaku.

 3. Makalah  

Saya yakin kalian sudah tidak asing lagi dengan istilah makalah, teruatama kalangan para akademik. Makalah adalah sebuah karya tulis yang isinya membahas tentang data di lapangan yang bersifat empiris dan objektif terhadap suatu permasalahan.

Tidak hanya bersifat empiris dan objektif, seringkali makalah dirancang berdasarkan analisa logis penulis atas masalah tertentu. Pemikiran tersebut kemudian dituangkan ke dalam makalah secara sistematis dan rapi.

 4. Kertas Kerja  

Kertas kerja atau work paper sebenarnya mirip seperti makalah. Lalu apa bedanya? Bedanya terletak pada cara menyusunnya, dimana kertas kerja disusun dengan analisa yang lebih mendalam.

Selanjutnya, kertas kerja yang telah disusun akan dipresentasikan di hadapan para ilmuwan dalam sebuah forum, seminar atau lokakarya. Kertas kerja bisa menjadi acuan untuk melakukan penelitian lanjutan jika isi kertas kerja tersebut diterima dalam forum tersebut.

 5. Skripsi  

Siapa yang tidak kenal dengan istilah ini. Apalagi di kalangan mahasiswa tingkat akhir yang ingin segera mendapatkan gelar sarjana. Sebagian dari mereka menganggap skripsi adalah beban paling berat ketika menjadi mahasiswa.

Skripsi merupakan karya tulis ilmiah tentang penelitian skala kecil namun dengan pengkajian yang tajam dan mendalam. Skripsi ini disusun dalam bentuk laporan. Dalam penyusunannya, skripsi dibuat berdasarkan pendapat dan kesimpulan penulis terhadap pemikiran orang lain atas data yang diperoleh dari penelitian.

 6. Tesis  

Selain skripsi, salah satu syarat agar mahasiswa mendapatkan gelar sarjana terutama mereka yang menmpuh pendidikan S2 adalah tesis. Penelitian untuk menyusun tesis dilakukan lebih mendalam dibandingkan dengan skripsi.

Tesis adalah sebuah karya ilmiah yang isinya menguak pengetahuan baru yang bersifat empirik dan teoriti yang didapat ketika melakukan penelitian.

Empirik maksudnya dari pengalaman langsung sewaktu melakukan penelitian, dan teoritik adalah melakukan pengujian terhadap teori-teori yang sudah ada sebelumnya.

 7. Disertasi  

Bagi yang sedang menempuh pendidikan S3, pasti akan menjumpai karya tulis ilmiah jenis disertasi. Isi dari disertasi adalah temuan asli penulis tentang suatu pendapat yang bisa dibuktikan secara ilmiah oleh penulisnya.

Oleh sebab itu, dalam menyusun disertasi harus dilakukan penelitian yang mendalam dan diangkat dari kajian teoritik dengan dukungan fakta empirik.

Perbedaan yang terdapat pada skripsi, tesis dan disertasi adalah sebagai berikut:

  • Skripsi
  1. Isi penelitian hanya berisi pertanyaan “apa”, itu artinya penelitian skripsi hanya bisa menjelaskan tentang apa yang dikaji.
  2. Penelitian yang dilakukan tidak begitu mendalam.
  3. Dalam menyusun skripsi, mahasiswa harus mendapat bimbingan dari dosen.
  • Tesis
  1. Lebih jauh, penelitian karya ilmiah tesis mampu menjawab “apa” dan “mengapa”.
  2. Penelitian dilakukan secara mendalam.
  3. Mahasiswa yang menyusun tesis sedikit sekali mendapat bimbingan dari dosen. Dukungan dari pembimbing hanya 20%, selebihnya dilakukan oleh mahasiswa.
  • Disertasi
  1. Penelitian ini mampu menjawab pertanyaan “apa”, “mengapa” dan “bagaiman”. Sehingga hasil penelitian tidak melulu apa yang sudah terjadi, tetapi bisa menghasilkan penemuan-penemuan baru.
  2. Dibandingkan dua diatas, penelitian disertasi dilakukan sangat mendalam.
  3. Hampir dalam penelitian ini, peran dosen pembimbing tidak ada. Semuanya dikerjakan oleh peneliti atau mahasiswa.

Sebagai contoh; penelitian tentang khasiat kurma muda sebagai penyubur kandungan. Dalam hal ini, penelitian skripsi hanya bisa menjelaskan “apakah kurma muda bisa berkhasiat menyuburkan kandungan?

Tesis, selain “apa” juga “mengapa”. Sehingga tesis mampu menjawab “mengapa kurma muda dapat berkhasiat sebagai penyubur kandungan?

Dan disertasi, akan bisa menjawab “bagaimana”. Sehingga penelitian ini akan mampu menjawab “bagaimana kurma muda bisa sebagai obat penyubur kandungan?



contoh karya ilmiah sederhana
Uhdwallpapers.org

1.   Objektif  

Objektif maksudnya adalah berdasarkan data-data dan fakta yang valid. Meskipun ditulis oleh pendapat penulis, karya tulis ilmiah tidak boleh melenceng dari data-data tersebut.

Maka dari itu, setiap kesimpulan atau pernyataan yang diambil dan ditulis harus bisa dipertanggung jawabkan. Hal ini bertujuan untuk karya tulis itu sendiri agar bisa dibuktikan ke validannya.

2.   Netral  

Tidak hanya objektif, dalam karya tulis ilmiah juga harus netral. Artinya tidak dipengaruhi oleh pihak-pihak tertentu. Setiap kesimpulan yang diambil tidak boleh mempengaruhi orang lain atau pembaca.

3.   Sistematis  

Dalam menyusun contoh karya ilmiah harus mengikuti kaidah-kaidah yang ada, tidak boleh asal. Mulai dari tata cara penulisan sampai susunan penulisan.Tujuannya adalah agar karya tulis ilmiah bisa dinikmati dan mudah dibaca.

4.   Logis  

Hasil penelitian haruslah logis, bisa dinalar oleh akal manusia. Dalam penulisan karya ilmiah, penalaran yang dipakai adalah pola nalar induktif dan deduktif.

Pola nalar induktif dipakai jika karya tulis ilmiah tersebut bertujuan untuk menyimpulkan suatu fakta dan data. Sedangkan nalar deduktif dipakai jika karya tulis ilmiah dimaksudkan untuk membuktikan suatu teori tertentu.

Dengan ini, pembaca akan dengan mudah memahami pokok masalah dan isi karya ilmiah tersebut.

5.   Menyajikan Fakta  

Artinya isi karya tulis tidak berisi luapan emosi pribadi semata. Pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan harus berdasarkan data di lapangan.



contoh karya ilmiah biologi
http://whd.erth.biz

1.   Menetukan Tema  

Dalam semua bidang kepenulisan, menentukan tema merupakan kewajiban utama. Jika tahap ini belum dilewati, maka tidak akan bisa melakukan tahap-tahap berikutnya. Semua pasti setuju dengan ini.

Biasanya bagian ini juga menjadi yang paling krusial dan sulit. Bahkan orang yang sudah terbiasa menulis pun kadang-kadang hilang ide ketika menentukam tema. Lalu bagaimana caranya untuk mengatasi hal tersebut?

Cara yang paling mudah adalah dengan melihat lingkungan sekitar kita. Misalkan kita tahu bahwa kondisi lingkungan kita kumuh, ini adalah masalah yang bisa dijadikan tema penelitian.

2.   Menyusun Judul dan Abstract  

Judul yang baik adalah yang bisa menggambarkan secara keseluruhan isi karya tulis ilmiah. Tetapi jangan terlalu panjang, biasanya terdiri dari 8-15 kata. Judul harus ringkas, padat dan jelas.

Sedangkan abstract biasanya ditulis menggunakan bahasa inggris. Tapi tak jarang pula yang tetap memakai bahasa Indonesia agar bisa dipahami. Abstract berisi penggambaran ringkas dari karya tulis ilmiah. Pada beberapa jenis karya tulis ilmiah tidak mewajibkan adanya abstract, seperti makalah.

Di dalam abstract harus sudah memuat latar belakang, tujuan, landasan teori, metode, pembahasan dan kesimpulan. Dan biasanya jumlah kata untuk menulis abstract dibatasi antara 250-5– kata.

3.   Menulis Bagian Inti  

Bagian inti dari karya tulis ilmiah biasanya berisi beberapa bab, lazimnya berisi antara bab 1 sampai 5.

  • Bab 1 ~ Pada bab ini berisi pendahuluan (latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian)
  • Bab 2 ~ Pada bab ini berisi tinjauan pustaka yang menjelaskan landasan teori dan konsep-konsep yang sesuai dengan masalah yang akan dibahas.
  • Bab 3 ~ Pada bab ini berisi tentang metode penulisan dan metode penelitian.
  • Bab 4 ~ Pada bab ini masih berisi tentang metode penulisan dan penelitian. Selain itu juga di dalamnya mencakup manfaat, kelebihan dan akibat dari prouduk yang dihasilkan.
  • Bab 5 ~ Ini merupakan bagian penutup dari sebuah karya tulis ilmiah. Di dalamnya berisi kesimpulan penelitian secara menyeluruh.

4.   Menyusun Bagian Akhir  

Bagian akhir ini berisi daftar pustaka dan lampiran-lampiran dari berbagai sumber. Lampiran adalah dokumen-dokumen pendukung yang terkait dengan penelitian. Sedangkan bagaiamana contoh daftar pustaka yang baik akan dijelaskan pada artikel berikutnya.


Contoh Karya Ilmiah Sederhana


Contoh Karya Ilmiah Sederhana

Bahaya Internet Bagi Remaja

BAB I

Pendahuluan

1. Latar Belakang Masalah

Internet saat ini sudah sangat melekat dalam kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan remaja. Memang internet cukup membantu dalam menyelesaikan banyak pekerjaan. Akan tetapi ternyata internet pun tidak terlepas dari hal-hal negatif yang dapat berdampak buruk. Apalagi usia remaja merupakan saat-saat labil sehingga masih sering terseret arus. Untuk itu penelitian mengenai bahaya internet bagi remaja penting untuk dilakukan.

2. Rumusan Masalah

Bagaimana bahaya internet bagi remaja?

3. Tujuan Penelitian

Dapat menjelaskan bahaya internet bagi remaja

BAB II

Pembahasan

Bahaya Internet Bagi Remaja

Internet di kalangan remaja saat ini nampaknya sudah menjadi kebutuhan pokok. Akan tetapi tidak semua remaja memanfaatkan internet dengan benar. Ada banyak remaja yang cenderung menyalahgunakan internet sehingga berdampak buruk bagi dirinya dan lingkungannya.

Berdasarkan riset yang mendalam, terdapat beberapa bahaya dari penyalahgunaan internet di kalangan remaja, yaitu sebagai berikut:

  1. Perilaku bullying melalui sosial media
  2. Mudahnya mengakses konten pornografi yang berakibat pada perilaku kejahatan seksual
  3. Maraknya kasus penculikan di kalangan remaja setelah berkenalan melalui sosial media.

BAB III

Penutup

Kesimpulan

Internet memang sangat membantu dalam kehidupan, akan tetapi ia tetap memiliki kekurangan. Karena itu orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam mengawasi anak-anaknya. Sehingga para remaja dapat membentengi diri dari hal-hal negatif dalam penggunaan internet.


Contoh Karya Ilmiah Tentang Sampah


Contoh Karya Ilmiah Tentang Sampah

Pemanfaatan Kembali Sampah

BAB I

Pendahuluan

A. Latar Belakang Masalah

Belakangan ini sampah menjadi konsen besar dunia karena permasalahan yang terus ditimbulkannya. Ada banyak kerugian yang disebabkan oleh sampah yang berdampak bagi kesehatan manusia. Nampaknya masih banyak orang yang enggan mendaur ulang sampah sehingga menyebabkan sampah terus menumpuk. Karena itu penelitian mengenai pemanfaatan kembali sampah penting untuk dilakukan.

B. Rumusan Masalah

Bagaimana cara memanfaatkan kembali sampah?

C. Tujuan Penelitian

Dapat mengetahui cara pemanfaatan kembali sampah

BAB II

Pembahasan

Sampah yang banyak dihasilkan oleh masyarakat sebenarnya masih bisa digunakan agar tidak terlalu banyak menumpuk. Pemanfaatan kembali sampah pada dasarnya tidak memerlukan waktu lama. Yang terpenting adalah kreatifitas dan ketekunan.Untuk sampah organik bisa diolah kembali menjadi pupuk.

Sedangkan sampah kertas bisa didaur ulang dan dijadikan kertas lagi. Untuk sampah plastik dan kaleng bisa dimanfaatkan untuk dijadikan berbagai wadah, tergantung ukuran. Kesemua pemanfaatan sampah tersebut tergolong ke dalam reuse atau pemanfaatan kembali.

BAB III

Penutup

Kesimpulan

Sampah memang tidak terlepas dari kehidupan manusia dan seringkali menimbulkan masalah. Akan tetapi bukan berarti tidak ada solusi untuk hal itu. Ada banyak cara untuk memanfaatkan sampah bahkan mengubahnya menajadi sumber penghasilan.


Contoh Karya Ilmiah Populer


Contoh Karya Ilmiah Populer

Globalisasi dan Kebudayaan

Globalisasi yang mulai terasa sejak awal abad 20 memang sudah diperkirakan sedikit banyak memengaruhi kebudayaan. Kebudayaan seperti perilaku seseorang akan sangat mudah berubah saat terkena arus globalisasi.

Hal tersebut dikarenakan mudahnya akses untuk mendapatkan informasi dari berbagai belahan dunia. Sayangnya sebagai negara berkembang Indonesia selalu khawatir tertinggal dalam arus globalisasi pada berbagai bidang.

Ditambah lagi kebudayaan asli yang terus terkikis dan membuat Indonesia menjadi krisis budaya. Sehingga bangsa Indonesia harus terus memperkokoh struktur nilainya agar tidak habis digerus budaya asing.


Contoh Karya Ilmiah Kesehatan


Contoh Karya Ilmiah Kesehatan

Menjaga Kesehatan Jantung

BAB I

Pendahuluan

A. Latar Belakang Masalah

Jantung merupakan salah satu organ yang sangat vital di dalam tubuh manusia. Karena itu banyak orang yang berusaha untuk selalu menjaga kesehatan jantung. Akan tetapi nampaknya masih banyak orang yang kurang peduli. Terbukti dari banyaknya korban jiwa akibat penyakit-penyakit yang menyerang jantungnya. Untuk itu penelitian mengenai menjaga kesehatan jantung perlu dilakukan.

B. Rumusan Masalah

Bagaimana cara menjaga kesehatan jantung?

C. Tujuan Penelitian

Dapat mengetahui cara menjaga kesehatan jantung

BAB II

Pembahasan

Cara Menjaga Kesehatan Jantung

Berbagai penyakit yang menyerang jantung memang masih menjadi masalah besar bagi sebagian orang. Padahal ada banyak cara mudah untuk menjaga kesehatan jantung. Setelah melalui riset yang mendalam, peneliti menemukan beberapa di antaranya.

  1. Menghindari stres karena dapat memicu hormon adrenalin abnormal dan menyebabkan darah tinggi.
  2. Menjaga kebersihan, baik kebersihan diri sendiri maupun lingkungan.
  3. Mengatur pola makan. Kurangi lemak dan junkfood serta perbanyak memakan sayur dan buah.
  4. Olahraga teratur.

BAB III

Penutup

Kesimpulan

Menjaga kesehatan jantung memang sangat penting bagi manusia demi mendapat umur yang panjang. Dan ternyata untuk memperoleh jantung yang sehat tidak memerlukan usaha yang terlalu sulit dan bisa dilakukan sehari-hari. Dengan menjaga kesehatan jantung diharapkan semakin sedikit korban yang jatuh akibat penyakit yang menyerang jantung.



Bagiin Yuk...Share on FacebookShare on WhatsappShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest