bagian-bagian mikroskop

Sejarah, Pengertian, Macam-macam dan Bagian-bagian Mikroskop

Bagian-bagian mikroskop – Tentu kamu masih ingat dengan alat yang satu ini, atau mungkin sekarang kamu sedang menggunakannya? Alat yang dipakai untuk melihat benda-benda kecil ini memang menjadi bagian penting dalam dunia pendidikan baik itu SMP, SMA maupun perguruan tinggi.

Mungkin selama ini kamu hanya tahu fungsinya saja tanpa mengenal bagian bagian mikroskop. Padahal mikroskop memiliki bagian-bagian yang mana masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda.

Selain itu, mikroskop juga memiliki banyak jenis yang semuanya akan dibahas dalam artikel ini. So, baca sampai habis ya..  🙂



pengertian mikroskop dan gambarnya
microscope-antiques.com
Mikroskop berasal dari bahasa Latin, yakni Mikro yang artinya kecil dan Scopein yang artinya melihat. Jadi mikroskop merupakan alat yang digunakan untuk mengamati benda-benda kecil yang tidak mampu dilihat oleh mata telanjang.

Dengan bantuan alat ini, benda atau binatang terkecil bisa kita lihat dengan jelas. Alat ini biasanya digunakan dalam penelitian atau pun praktek ilmiah.



sejarah mikroskop
dittrickmuseumblog.com

Mikroskop yang kita kenal sekarang telah banyak mengalami perubahan, baik dari bentuk maupun bagiannya. Pertama kali mikroskop ditemukan oleh ilmuwan Belanda bernama Zacharies Jansen pada tahun 1590.

Kemudian pada tahun 1665, Robert Hooke seorang ilmuwan dari Inggris berhasil merancang mikroskop yang mempunyai sumber cahaya sendiri. Mikroskop ini mampu menghasilkan pembesaran hingga 30 kali lipat.

Dengan kemampuannya itu, mokrskop buatan Robert Hooke bisa digunakan untuk meneliti dan menemukan sel pada kayu gabus.

Tiga tahun kemudian, yaitu sekitar tahun 1668, Antonie van Leeuwenhoek membuat mikroskop yang lebih canggih lagi. Van Leeuwehoek sendiri bukanlah peneliti atau ilmuwan handal. Dia hanya seorang “wine tester” di Kota Delf, Belanda.

Yang biasa dia lakukan hanya mengamati serat-serat pada kain menggunakan kaca pembesar. Namun karena rasa ingin tahu nya yang tinggi, dia menjadi salah satu penemu mikrobiologi terhebat.

Benda-benda yang dia amati menggunakan mikroskop buatannya antara lain air sungai, ludah dan feses. Ketertarikan pada benda-benda dan makhluk hidup kecil-lah yang membuat dia mampu mengembangkan mikroskop ke level yang lebih baik.

Mikroskop buatannya memiliki lensa tunggal dan mampu memperbesar ukuran hingga 270 kali lipat dari ukuran aslinya.

Berkat penemuannya, dunia kedokteran saat itu sangat terbantu karena bisa digunakan untuk meneliti sel-sel di dalam tubuh, seperti sel darah merah. Juga digunakan untuk mengamati bakteri, ektrak ragi dan makhluk hidup kecil lain seperti protozoa. Karena penemuannya pula, Van Leeuwenhoek di nobatkan sebagai orang pertama yang menemukan bakteri.



fungsi mikroskop
pixabay.com

Semakin berkembangnya zaman dan ilmu pengetahuan, fungsi dari mikroskop juga mengalami perkembangan. Secara umum mikroskop mempunyai dua yaitu:

  1. Fungsi utama mikroskop, yaitu untuk melihat , mengamati dan meneliti suatu benda/organisme berukuran kecil yang tidak bisa diamati dengan mata telanjang.
  2. Fungsi kedua mikroskop, yakni mikroskop memliki fungsi lebih detail lagi. Namun masih dalam konteks fungsi utama. Fungsi ini tergantung dari jenis dari mikroskop itu sendiri. Contohnya ada beberapa jenis mikroskop yang dirancang untuk meneliti objek terntentu saja.


bagian-bagian mikrosoft dan fungsinya
http://berkahkhair.com/

Ada dua bagian utama di dalam mikroskop yaitu bagian optik dan non optik.

1.  Bagian Mikroskop Optik dan Fungsinya  

Bagian dari mikroskop ini terdiri dari:

  • Lensa Okuler

Lensa ini digunakan untuk meneliti dan mengamati objek tertentu yang letaknya di bagian ujung atas tabung. Lensa okuler berfungsi untuk memperbesar bayangan yang berasal dari lensa objektif.

Perbesaran pada lensa okuler bisa mencapai 6, 10 atau 12 kali lipat dari ukuran asli objek.

  • Lensa Objektif

Lensa objektif adalah lensa yang letaknya paling dekat dengan objek yang diamati. Umumnya mikroskop memiliki 3 lensa objektif dengan perbesaran hingga 100 kali.

Untuk menggunakan lensa objektif, ketika akan melakukan penelitian, objek harus dioleskan minyak emersi untuk memperjelas bayangan objek.

  • Kondensor

Bagian ini berfungsi mengumpulkan cahaya yang dipantulkan dari cermin yang kemudian dipusatkan ke objek. Cara menggunakannya dengan diputar keatas dan kebawah.

  • Diafragma

Bagian ini berfungsi sebagai pengatur intensitas cahaya yang masuk melalui kondensor yang kemudian mengenai prefarat/objek yang diamati.

  • Cermin

Cermin memiliki fungsi untuk menerima dan mengarahkan cahaya, dimana cahaya tersebut selanjutnya akan dipantulkan ke diafrgama.

2.  Bagian Mikroskop Non Optik dan Fungsinya  

Bagian ini terdiri dari 7 bagian:

  • Revolver

Revolver memiliki peranan untuk mengatur perbesaran lensa objektif sesuai yang diinginkan.

  • Tabung Mikroskop

Alat ini digunakan untuk menghubungkan lensa okuler dengan lensa objektif.

  • Lengan Mikroskop

Lengan mikroskop digunakan sebagai pegangan tangan peneliti/pengamat.

  • Meja Benda

Digunakan sebagai tempat untuk meletakan objek yang akan diamati, yang mana di meja tersebut terdapat alat penjepit untuk menjaga objek agar tidak goyang.

  • Makrometer

Bagian ini digunakan untuk menaikan dan menurunkan tabung secara halus untik mendapatkan kejelasan objek yang diamati.

  • Kaki Mikroskop

Alat inin berfungsi sebagai penyangga agar posisi dari mikroskop tidak berubah dan juga sebagai pegangan saat mikroskop hendak dipindahkan.

  • Sendi Inklinasi

Alat ini digunakan untuk mengatur sudut tegak mikroskop.



cara menggunakan mikroskop
jualmikroskop.com

Setelah mengetahui bagian-bagiannya, kini saatnya beraksi menjadi layaknya seoarng ilmuwan 😀  . Ikuti langkah-langkah berikut untuk menggunakan mikroskop dengan baik.

1.  Mengatur Letak Mikroskop  

Atur mikroskop pada meja atau permukaan datar atau tempat lain yang kokoh dimana kamu memiliki banyak ruang gerak. Kemudian atur kemiringannya dengan memutar sambungan inklinasi.

2.  Mengatur Pencahayaan  

Mikroskop jenis cahaya lebih baik letakan di dekat yang ada sumber sinar mataharinya, namun jangan di bawah sinar matahari langsung. Atau bisa di dekatkan dengan lampu.

Setelah mendapatkan sumber cahaya, atur cahaya tersebut dengan menggunakan tombol pengatur diafragma. Semakin lebar lubang diafragma maka cahaya yang masuk juga banyak.

3.  Menemukan Objek  

Letakan preparat pada meja mikroskop tepat di tengah lalu jepit menggunakan penjepit. Saat itu posisi tabung berada pada posisi terjauh dengan meja mikroskop.

Pasang dengan tepat hingga terdengar bunyi “klik”. Turunkan tabung menggunakan pemutar hingga jarak 1 cm dari atas objek. Letakan lampu di depan cermin atau dekatkan ke jendela jika menggunakan sumber cahaya dari matahari. Lalu nyalakan jika lampu sudah terpasang.

Atur banyaknya sinar yang masuk dengan menggunakan diafragma iris dan atur cermin jika memang perlu. Sekarang mulailah lihat melalui lubang pengamat, – untuk mengatur kejelasan objek,  gunakan tombol pemutar naik dan turun.



1.  Macam-macam Mikroskop Berdasarkan Jumlah Lensanya  

Pada dasarnya sistem kerja mikroskop adalah dengan menggunakan optik. Yang mana objek yang ukurannya sangat kecil tidak bisa kita lihat dengan mata telanjang. Untuk itulah digunakan lensa sebagai pembesarnya. Berdasarkan penggunaan lensanya, mikroskop dapat dibagi menjadi dua:

  • Mikroskop Monokuler
jenis-jenis mikroskop | mikroskop-monokuler
indiamart.com

Ini adalah jenis yang paling umum dan biasanya banyak dijumpai di laboratorium sekolah. Mikroskop ini hanya menggunakan satu lensa pembesar. Hasil yang diperlihatkan dari alat ini sudah cukup jelas, namun jenis ini hanya bisa digunakan untuk melihat objek yang sederhana. Misalnya gambar sel tumbuhan dan hewan.

  • Mikroskop Binokuler
macam-macam mikroskop | mikroskop binokuler
aliexpress.com

Seperti namanya, mikroskop ini menggunakan dua buah lensa pembesar. Lensa pertama digunakan untuk melapisi lensa kedua. Sehingga penampakan akan lebih jelas meski objek yang diteliti berukuran mikro.

Mikroskop binokuler banyak dipakai di laboratorium medis seperti rumah sakit dan farmasi.

2.  Macam-macam Mikroskop Berdasarkan Sumber Cahaya  

Objek bisa terlihat jelas jika terdapat cahaya yang memantulkan ke objek. Berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop bisa dibagi menjadi dua:

  • Mikroskop Cahaya
mikroskop cahaya
wikiwand.com

Mikroskop ini akan mengandalkan cahaya dari matahari atau lampu ruangan. Jika tidak ada cahaya otomatis mikroskop ini tidak bisa dipakai. Sehingga mikroskop ini efektif digunakan untuk penelitian dengan durasi waktu yang singkat

  • Mikroskop Elektron
Mikroskop Elektron
Mikroskop Elektron

Mikroskop ini merupakan penyempurnaan dari mikroskop cahaya. Sumber cahayanya diperoleh dari dalam mikroskop itu sendiri. Hasil yang diperoleh dari mikroskop ini jauh berkali-kali lipat dari mikroskop cahaya.

3.  Macam-macam Mikroskop Berdasarkan Nama dan Kegunaannya  

a. Mikroskop Cahaya

Perbesaran yang bisa dicapai dari mikroskop ini adalah 1000 kali. Mikroskop cahaya akan mengambil sinar yang berasal dari matahari atau lampu. Di dalam mikroskop ini terdapat 3 jenis lensa; lensa obyektif, kondensor dan okuler.

Sistem kerja dari mikroskop ini yaitu sumber cahaya yang datang akan dipantulkan oleh lensa kondensor di bawah mikroskop pada objek di atasnya. Visualisasi objek diterima oleh lensa okuler untuk diperbesar, untuk selanjutnya diperjelas di lensa obyektif.

Mikroskop cahaya dibagi lagi menjadi 5:

  • Mikroskop Fase Kontras (PCM)

Fungsi dari mikroskop ini adalah untuk menangkap objek hidup berukuran kecil. Seperti jaringan/sel yang masih hidup. Terutama jaringan yang tidak bisa ditembus /pun diwarnai.

Prinsip kerja PCM

Jaringan yang tidak bisa ditembus pada dasarnya akan bereaksi jika terkena cahaya. Setelah itu akan berinteraksi dengan zat/objek disekitar inti. Interaksi ini disebut dengan fase, yang mana tidak bisa diamati oleh mata. Dengan bantuan perubahan diafrgama pada lensa, objek akan menimbulkan kontras yang bisa dilihat oleh mata telanjang.

  • Mikroskop Medan Terang (BFM)

BFM berfungsi sebagai penangkap objek hidup berukuran sangat kecil. Misalnya bakteri, mikroba,virus dan lain sebagainya yang tak terlihat oleh mata.

Prinsip kerja dari BFM

Prinsip kerjanya mirip dengan mikroskop cahaya, bedanya tanpa memakai kondensor. Pada bagian lensa obyektifnya terdapat tambahan lensa khusus yang akan memunculkan efek terang saja.

Sehingga penampakan objek terlihat gelap namun di sekitarnya terang. Karena cahaya yang masuk langsung diteruskan tanpa melewati kondensor pengatur cahaya masuk.

  • Mikroskop Medan Gelap (DFM)

Jenis mikroskop ini kebalikan dari mikroskop medan terang. Fungsinya sama namun beda cara kerjanya.

Sistem kerja mikroskop medan gelap

Mikroskop medan gelap menggunakan kondensor khusus untuk memantulkan cahaya, di mana cahaya ini akan membentuk ruang gelap dan titik cahayanya akan terfokus ke objek. Sehingga objek bisa terlihat terang dengan bagian sekitar terlihat gelap.

  • Mikroskop Pendar (FM)

Fungsi mikroskop pendar yaitu untuk mengamati keberadaan benda asing/antigen seperti bakteri, ricketsia dan virus.

Prinsip kerja mikroskop pendar

Awalnya objek ditetesi cairan pendar untuk memisahkan antigen. Cairan pendar merupakan cairan khusus yang akan bereaksi terhadap antigen. Setelah antigen berhasil dipisahkan, barulah bisa diamati menggunakan mikroskop.

  • Mikroskop Ultraviolet (UM)

Seperti namanya, mikroskop jenis ini akan memakai sinar UV ketika hendak digunakan.

Cara kerja mikroskop ultraviolet

Pertama-tama benda ditaruh di bagian pengamatan, lalu di bawahnya di beri sinar UV. Untuk melihat penampakannya digunakan lembar film. Jadi hasil yang didapat nanti seperti ronsen. Jenis ini jarang dipakai, karena prosedurnya yang rumit dan harganya juga mahal.

b. Mikroskop Elektron

Bebeda dengan mikroskop cahaya, pencahayaan yang digunakan oleh mikroskop elektron berasal dari komponen statik dan elektro dinamik. Mikroskop ini mampu memperbesar objek hingga 100.000 kali. Bisa dibayangkan betapa canggihnya mikroskop ini.

Untuk menggunakannya diperlukan keahlian khusus karena sistem kerja nya yang rumit. Objek yang akan diteliti ditaruh pada lensa okuler canggih, kemudian penampakan diperbesar menggunakan pengaturan elektrode yang ada dalam mikroskop.

Hasil dari penampakan tersebut kemudian divisualisasikan dalam bentuk digital dan data ke dalam komputer.

Mikroskop elektron terbagi menjadi dua:

  • Mikroskop Elektron Scanning (SEM)

Tugas dari mikroskop ini hanya untuk mengambil penampakan permukaan objek saja. Dan objek yang diamati terbatas hanya benda konduktif saja. Penelitian menggunakan MES harus berada di dalam ruangan vakum.

Prinsip kerja Mikroskop Elektron Scanning

Piston elektron memproduksi elektron yang dipercepat melalui anoda. Cahaya dari elektron akan difokuskan di lensa magnetik ke objek. Kemudian sinar terusan elektron akan terfokus pada pemindai (scan) ke seluruh objek di koil pemindai. Lalu akan muncul elektron yang mengenai sampel yang kemudian terdeteksi oleh detektor dan dimunculkan dalam bentuk gambar pada monitor CRT.

  • Mikroskop Elektron Transmisi (TEM)

Mikroskop ini akan menampakan fokus area terkecil dari objek yang diamati. Objek yang diamati bisa apa saja, namun dalam proses awalnya dibutuhkan perlakuan khusus sampai objek benar-benar bisa terlihat.

Prinsip kerja dari Mikroskop Elektron Transmisi secara singkat adalah sinar elektron menerangi objek dan menghasilkan sebuah gambar di atas layar pospor. Gambar dilihat sebagai sebuah proyeksi dari objek.

  • Mikroskop Stereo (SM)
stereo mikroskop
http://biosains.ub.ac.id/

Mikroskop ini mengandalkan cahaya elektroik dalam penggunaanya. Kemampuan untuk memperbesar objek hanya mencapai 7-30 kali saja. Lensa yang digunakan dan cara kerjanya hampir sama dengan mikroskop cahaya, bedanya hanya pada hasil visualisasinya yaitu berupa gambar 3D.

Sekian dulu pembahasan tentang bagian-bagian mikroskop, pengertian dan macam-macamnya.

Pin It on Pinterest

Shares
Share This
error: Content is protected !!